DENPASAR – PT Indonesia Power will develop five Solar Roof Power Plants with a total capacity of 6,700 Kilo Watt Peak this year.

Director of Indonesia Power M. Ahsin Sidqi said that the company kept continuing to develop clean electricity or renewable energy (EBT).

“This is the effort to support government policies in achieving the target of the mixed EBT in 2025. We are committed to actively participating in the development of EBT,” he said, Monday (2/24/2020).

 

This year, there will be a development of a rooftop solar power plant in 5 power plants owned by Indonesia Power with a total capacity of 6,700 kWp. The five plants include the Bali extension of 450 kWp, Mrica 250 kWp, and Saguling 300 kWp with the target Commercial On Date (COD) in June 2020. Then, the Free generator of 4,750 kWp and Semarang 1,450 kWp with the COD target in September 2020.

 

In addition to the five power plants, Indonesia Power will also collaborate with PT Jasa Marga (Persero) Tbk. for the development of PLTS on Bali-Mandara toll road of 25 MW (megawatts).

All office buildings owned by Indonesia Power will also be installed with PLTS roof. This is to support clean energy like PLTS which was opened at the Bali Power Generation Unit Office Complex with a capacity of 226 kWp.

“Hotels and buildings can imitate PLTS in IP office buildings. Moreover, when a new building will be built, PLTS is easier to build. The building uses solar energy during the day, at night can use PLN electricity so that the bill will be reduced,” he explained.

Ahsin said that his party is very committed to the development of PLTS roofs in homes, buildings and hotels in the Province of Bali. This is in line with the Governor’s Regulation (Pergub) of Bali Province No.45 / 2019 concerning Clean Energy.

 

Meanwhile, in the regulation the development of PLTS for central and regional government buildings, industrial, social and household commercial buildings with a floor area of ​​more than 500 M2 is targeted for completion in 2024.

Therefore, he believes the mixed EBT in the province of Bali can reach more than the national target of 25 percent in 2025.

 

 

Language : Bahasa

DENPASAR – PT Indonesia Power akan melakukan pengembangan lima Pembangkit Listrik Tenaga Surya Atap dengan total kapasitas 6.700 Kilo Watt Peak di tahun ini.

Direktur Utama Indonesia Power M. Ahsin Sidqi mengatakan perusahaan terus berupaya untuk terus mengembangkan energi listrik yang bersih atau energi baru terbarukan (EBT).

“Ini dalam rangka mendukung kebijakan pemerintah untuk pencapaian target bauran EBT di 2025. Kami berkomitmen untuk berpartisipasi aktif dalam pengembangan EBT,” ujarnya, Senin (24/2/2020).

 

Di tahun ini sendiri akan dilakukan pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Atap di 5 pembangkit milik Indonesia Power dengan total kapasitas 6.700 kWp. Kelima pembangkit itu antara lain adalah Bali extension sebesar 450 kWp, Mrica 250 kWp, dan Saguling 300 kWp dengan target Commercial On Date (COD) pada Juni 2020. Kemudian, pembangkit Gratis sebesar 4.750 kWp dan Semarang 1.450 kWp dengan target COD pada September 2020.

 

Selain kelima pembangkit tersebut, Indonesia Power juga akan bekerjasama dengan PT Jasa Marga (Persero) Tbk. untuk pengembangan PLTS di ruas tol Bali-Mandara sebesar 25 MW (megawatt).

Seluruh gedung perkantoran milik Indonesia Power nantinya juga akan dipasang PLTS atap. Hal ini untuk mendukung energi bersih seperti yang baru saja diresmikan PLTS di Kompleks Perkantoran Bali Power Generation Unit dengan kapasitas 226 kWp.

 

“Hotel-hotel, gedung-gedung bisa meniru PLTS di gedung perkantoran IP. Apalagi gedung yang baru akan dibangun, lebih mudah dibangun PLTS. Gedung ini siang hari pakai energi surya, malem hari baru pakai listrik PLN sehingga tagihannya akan berkurang,” jelasnya.

Ahsin menyatakan pihaknya sangat berkomitmen kuat untuk pengembangan PLTS atap di rumah, gedung, dan hotel di Provinsi Bali. Hal ini sejalan dengan Peraturan Gubernur (Pergub) Provinsi Bali No.45/2019 tentang Energi Bersih.

 

Adapun, dalam aturan tersebut pengembangan PLTS untuk bangunan pemerintah pusat dan daerah, bangunan komersial industri, sosial dan rumah tangga dengan luas lantai lebih dari 500 M2 ditargetkan selesai di 2024.

Oleh karena itu, dia meyakini bauran EBT di provinsi Bali dapat mencapai lebih dari yang ditargetkan secara nasional sebesar 25 persen di 2025.