PABRIK POPOK DI KARAWANG GANTI PASOKAN LISTRIK PAKAI PANEL SURYA

PABRIK POPOK DI KARAWANG GANTI PASOKAN LISTRIK PAKAI PANEL SURYA

Uni-Charm Indonesia yang memasang Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dengan total 12 MWp di 3 Pabrik – Foto: Dok. Uni-Charm Indonesia

Jakarta – Banyak perusahaan kini mulai beralih ke green energy. Salah satunya PT Uni-Charm Indonesia yang memasang Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dengan total 12 MWp di 3 Pabrik yang terletak di Karawang International Industrial City (KIIC) Kabupaten Karawang Jawa Barat.
Uni-Charm Indonesia juga mengumumkan pembelian REC (Renewable Energy Certificate) sejumlah 143 unit dari PLN untuk Factory 1 Karawang per Januari 2024.

Jumlah REC ini akan terus ditambah secara bertahap sesuai dengan peta jalan Energi Baru Terbarukan (EBT) Uni-Charm Indonesia Tbk yang sudah ditentukan.

Dengan upaya ini, maka 16.000.000 kWh/tahun energi yang dihasilkan dari 3 pabrik berhasil dialihkan ke green energy, dan berkontribusi mengurangi lebih dari 14.000 ton CO2 yang dihasilkan dalam 1 tahun. Seiring dengan meningkatnya emisi gas rumah kaca yang disebabkan dari aktivitas industri, transportasi maupun penggunaan energi, hal ini mengakibatkan pemanasan global dan peningkatan suhu. Uni-Charm Indonesia melakukan pemasangan PLTS dimulai dari Factory 1 di Karawang pada 2022, dilanjutkan dengan East Java Factory dan Uni-Charm Non-Woven Indonesia yang terletak di Jawa Timur pada 2023.

Tidak hanya itu saja, demi mempenetrasikan penggunaan green energy secara lebih luas, pada awal 2024 ini PT Uni-Charm Indonesia telah membeli REC untuk Factory 1 di Karawang. REC adalah sertifikat energi hijau atau sertifikat energi terbarukan yang dapat digunakan untuk mengklaim konsumsi listrik dari sumber energi baru terbarukan (EBT).

Pada acara peresmian kali ini Imam Ahmadi sebagai Manager PT PLN (Persero) UP3Karawang mengatakan REC adalah inovasi produk listrik hijau PLN yang mempermudah pelanggan mendapatkan pengakuan atas penggunaan EBT yang diakui Internasional.

Kepala Dinas ESDM Provinsi Jawa Barat Ai Saadiyah Dwidaningsih menjelaskan penggunaan energi baru terbarukan dalam skala besar sangat penting dalam mengurangi emisi gas rumah kaca Selain itu, hal ini juga mutlak diperlukan demi mencapai target yang telah dicanangkan Pemerintah, yaitu mewujudkan Net Zero Emission di 2060 atau lebih cepat.

Presiden Direktur Uni-Charm Indonesia Takumi Terakawa menjelaskan pemasangan PLTS dan pembelian REC kali ini pun merupakan salah satu bagian dari slogan tersebut.

“Lalu perusahaan kami sendiri memiliki target untuk menggunakan 100% energi baru terbarukan sampai dengan tahun 2030. Untuk itu, selain memasang dan memaksimalkan penggunaan PLTS di 3 pabrik, kami juga mempertimbangkan berbagai upaya lain salah satunya pembelian REC untuk 2 pabrik di Jawa Timur,” ujar dia.

Dia menyebutkan jumlah REC yang dimiliki akan terus akan ditambah demi mewujudkan 100% pemanfaatan EBT sesuai dengan peta jalan yang sudah ditentukan.
“Ini merupakan komitmen konkrit Perusahaan kami terhadap pelestarian lingkungan. Kami akan terus berkontribusi demi lingkungan dan demi generasi masa depan melalui produk dan pelayanan yang kami berikan,” ujar dia.

Sumber: https://finance.detik.com/ekonomi-hijau/d-7342048/pabrik-popok-di-karawang-ganti-pasokan-listrik-pakai-panel-surya